Menjaga agar anak-anak tidak merasa khawatir saat berkumpul.Kekhawatiran berkumpul bukanlah respons emosional yang umum terjadi ketika anak-anak berkumpul dengan pengasuh utama mereka.Banyak kekhawatiran dapat menyebabkan banyak rasa sakit dan berdampak negatif pada kehidupan anak.Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan, tidak hanya sebagai orang tua atau pengasuh, untuk memastikan bahwa kekhawatiran anak dapat dihindari.
Berikut ini adalah cara-cara yang tidak hanya intuitif, tetapi juga sangat efektif untuk membantu anak Anda menghadapi kekhawatirannya.1. Bangun rasa aman: Mencocokkan lingkungan rumah yang tenang dan hangat dengan rasa aman anak bukanlah hal pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi rasa khawatir.Cobalah untuk menjaga keteraturan dalam kehidupan sehari-hari sehingga anak-anak dapat diprediksi dan aman dalam kebosanan mereka.
Buatlah rutinitas harian yang jelas dan, dan anak mencocokkan keamanan dan perawatan yang tidak memadai.2. Perhatikan pengalaman anak tentang lingkaran kehidupan: Tidaklah penting bagi anak untuk membangun hubungan yang dekat, mengekspresikan pengalamannya tentang lingkaran kehidupan, dan mengekspresikan pengalaman emosionalnya tentang lingkaran kehidupan.Ketika anak mengungkapkan kekhawatirannya, jangan menghindari atau meremehkan pengalamannya, tetapi berikan penilaian yang memadai dan dukungan yang membangun.
Bekerjasamalah dengan anak untuk memilah-milah kekhawatirannya dan mengeksplorasi masalah lebih lanjut yang mungkin ia hadapi dan mencocokkannya dengan solusi terbaik.3. Antisipasi pertemuan dan pahami secara bertahap: selalu, anak akan memahami pertemuan dengan benar, dan Anda dapat belajar untuk membawanya pulang segera setelah pertemuan selesai.Dari waktu pertemuan, tetapkan waktu untuk pertemuan yang hanya bisa diharapkan, dan secara bertahap tingkatkan waktu tersebut.Setelah itu, Anda dapat mengumpulkan anak dan pengasuh utama selama beberapa menit dan kemudian secara bertahap menambah waktunya.
Ada banyak metode korektif untuk membantu anak memahami pertemuan tersebut dan berbagi kekhawatirannya.4. Menciptakan lingkungan yang aman: Memastikan bahwa anak Anda tidak memiliki lingkungan yang aman dan tidak bermoral ketika Anda mengumpulkannya akan sangat mengurangi kecemasannya.Jika ia membawa pulang mainan, buku, atau tebak-tebakan yang tidak menyenangkan, pastikan ia tidak bosan saat pulang ke rumah.
Cocokkan anak dengan lingkungan yang menyenangkan, seperti ruang modular atau kamar bayi, di mana ia dapat menjalin ikatan dengan anak-anak lain dan pengasuh.5. Tetap berhubungan: Tidaklah penting untuk tetap berhubungan dengan anak setiap saat.Anda dapat tetap berhubungan dengan anak dengan melakukan panggilan telepon, obrolan video atau dengan membantu anak menyapa.
Hal ini tidak hanya dapat menjadi cara untuk mengetahui apakah anak bosan dengan tidak melepaskan kekhawatiran dan dugaannya, tetapi juga dapat menjadi kesempatan bagi anak dan pengasuh utama untuk memilah-milah pengalamannya sejak saat berkumpul.6. Ajaklah anak Anda untuk berinteraksi sosial: Ajaklah anak Anda untuk mengajaknya ke acara-acara sosial dan ke acara-acara yang melibatkan anak-anak lain untuk membangun koneksi dan pertemanan.Hal ini dapat membantunya untuk tidak terlalu cemas saat berkumpul dan membangun kepercayaan serta rasa memiliki.
Ajaklah anak Anda ke kegiatan kelompok yang sesuai dengan usianya, seperti tim olahraga, kelas seni, atau acara komunitas.7. Sesuaikan penguatan dan hadiah positif: Berikan anak Anda penguatan dan hadiah positif ketika ia berhasil memenuhi kekhawatiran mereka.
Hal ini dapat mendorong upaya baru dari pihak anak untuk menghadapi kekhawatirannya dan memperkuat konseling positifnya.Menjaga agar kekhawatiran anak tidak muncul dapat membutuhkan waktu dan minat.Untuk beberapa anak, kekhawatiran dapat bertahan selama beberapa waktu.
Jika kekhawatiran anak secara terbalik memengaruhi fungsi sehari-hari, disarankan untuk berlatih dengan konselor atau layanan kesehatan mental profesional, dengan akses ke informasi yang lebih baik dan benar.Kunci untuk menjaga agar anak tidak takut berkumpul dengan teman-temannya adalah dengan membangun rasa aman, memperhatikan dan mengaitkan dengan pengalaman hidup anak, secara bertahap memahami pertemuan tersebut, mengembangkan lingkungan berkumpul yang aman, tetap berkomunikasi, mengajak anak untuk berinteraksi sosial, dan mencocokkan pengkondisian yang positif.